Pemupukan Kelapa Sawit Kunci Produksi Optimal

 

pemupukan kelapa sawit
Buah TBS (PT. Master Mutu Indonesia)

Pemupukan Kelapa Sawit merupakan kegiatan rutin untuk menambahkan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit untuk tumbuh secara vegetatif dan generatif. Nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit sering disebut sebagai hara esensial. Unsur hara esensial digolongkan menjadi 3 golongan yaitu hara makro, semi makro dan mikro. Berikut ini beberapa golongan tersebut:

Unsur Hara Makro

Unsur hara makro yang dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit adalah:

  • N (Nitrogen) berfungsi pada proses pembentukan zat hijau daun (klorofil).
  • P (Fosfor) berfungsi pada proses perangsangan pembentukan jaringan tanaman seperti akar dan sangat berperan penting dalam memicu munculnya bunga betina.
  • K (Kalium) berfungsi pada proses pembentukan asimilat sehingga sangat dibutuhkan untuk pembesaran bobot buah.

Unsur Hara Semi Makro

Unsur hara semi makro sering juga disebut sebagai hara makro sekunder, berikut ini beberapa hara makro sekunder tersebut:

  • Mg (Magnesium) berfungsi sebagai komponen penyusun klorofil dan sebagai aktivator lebih dari 300 enzim.
  • Ca (Calsium) berfungsi sebagai perkuatan dinding sel (memperkokoh jaringan tanaman) dan menunjang pertumbuhan akar serta membantu tanamn lebih tahan dari serangan patogen (jamur & bakteri).
  • S (Sulfur) berfungsi utama sebagai pembentukan protein, enzim, asam lemak (CPO) dan meningkatkan efisiensi penyerapan N pada jaringan tanaman.

Unsur Hara Mikro

Unsur hara mikro yang dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit adalah:

  • Cl (Chlor) berfungsi untuk mendukung fotosintesis, menjaga turgor sel, membantu translokasi asimilat pada buah (brondolan) dan mendukung peran (fungsi) kalium.
  • B (Boron) berfungsi untuk pembelahan dan pemanjangan sel jaringan tanaman, mempercepat pertumbuhan titik tunas (maristem apikal), distribusi gula sebagai sumber energi bagi metabolisme tanaman, pembentukan bunga dan buah serta menambah kesehatan akar tanaman sawit.
  • Cu (Cuprum/Tembag) berfungsi sebagai kofaktor enzim penting, membantu pembentukan lignin agar tanaman menjadi lebih kuat (tahan patah), membantu proses fotosintesis, menjadikan tanaman lebih tahan terhadap serangan penyakit dan memicu pertumbuhan generatif tanaman.
  • Zn (Zinc/Seng) berfungsi sebagai aktivator enzim dan membantu optimalisasi metabolisme tanaman, memicu pembentukan hormon IAA-Auksin, membantu pembentukan klorofil dan sebagai katalis pada proses fotosintesis, membantu perkembangan daun dan pelepah serta memicu (merangsang) pembentukan bunga betina.

Sebenarnya ada beberapa hara mikro lainnya yang dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit yaitu Mn (Mangan), Fe (Besi) dan Mo (Molibdenum) namun hara mikro ini lebih jarang terjadi defisiensi pada tanaman kelapa sawit. Hal ini karena di dalam tanah sudah banyak terdapat logam Mn, Fe dan Mo.

Pupuk Sawit

Setelah anda mengetahui unsur hara yang dibutuhkan dan fungsinya bagi tanaman kelapa sawit, kami akan memberikan informasi pupuk yang beredar dan bisa dijadikan pilihan sebagai asupan nutrisi bagi tanaman kelapa sawit.

Berikut ini beberapa jenis pupuk yang umum digunakan pada tanaman kelapa sawit:

  1. Sumber N : Urea, ZA, NPK, Kalium Nitrate, Ammonium Nitrat, Calsium Ammonium Nitrate, Ammonium Chlorida
  2. Sumber P : NPK, Rock Phosphate (RP), Triple Super Phosphate (TSP), Super Phosphate 36% (SP-36), Diammonium Phosphate (DAP), Mono Ammonium Phosphate (MAP), Fused Magnesium Phosphate (FMP).
  3. Sumber K : Muriate of Potash (MOP), Kalium Sulfate (KSO4), Kalium Nitrate (KNO3), NPK
  4. Sumber Mg : Ammonium Sulfate (MgSO4) (Kieserite), Dolomite, NPK
  5. Sumber Ca : Kapur Pertanian (Kaptan), Dolomite, Kalsit, Gypsum, Kalsium Nitrate, Kalsium Chlorida (CaCl2), Kalsium Fosfate (RP)
  6. Sumber S : ZA, Kieserite
  7. Sumber Cl : MOP, CaCl2
  8. Sumber B : Borate, Nitrabor,
  9. Sumber Cu : CuSO4, Cu-EDTA, Majemuk Mikro (ZnCuB)
  10. Sumber Zn : ZnSO4, Zn-EDTA, Majemuk Mikro (ZnCuB)

Dari beberapa jenis komoditi pupuk yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara pada tanaman kelapa sawit, tentunya didasari pada prinsip Best Management Practice yaitu dosis yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Kita semua tahu bahwa dalam menentukan dosis pupuk untuk sawit, harus dilakukan kajian mendalam yakni melalui pengujian sampel daun dan tanah. Oleh sebab itu, bagi Anda yang telah rutin dan konsisten melakukan pemupukan dan memahami bahwa pupuk merupakan investasi yang wajib dalam budidaya kelapa sawit maka disarankan untuk melakukan analisa daun dan tanah.

Baca Juga : Analisa Daun Dan Tanah Untuk Penyusunan Rekomendasi Pemupukan Kelapa Sawit

Melalui kajian secara ilmiah dalam penentuan dosis pupuk, diperoleh dosis dan jenis pupuk yang tepat sasaran dan budget yang efektif dan efisien.

PT. Master Mutu Indonesia memiliki Departemen Palm Oil Consultant yang salah satu bidang jasanya adalah melakukan pengambilan sampel daun dan tanah, asesmen lapangan, uji laboratorium sampel daun/tanah, penyusunan rekomendasi pemupukan dan pemaparan hasil pekerjaan terkait masalah yang terjadi di kebun Anda dan pupuk yang dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit.

Leave a Comment