Pendahuluan
Leaf Sampling Uni (LSU) dan Soil Sampling Unit (SSU) merupakan kegiatan yang sudah umum dilakukan bagi perkebunan kelapa sawit. Tidak hanya bagi perusahaan Swasta ataupun Negara, saat ini Petani kelapa sawit pun juga bisa melakukannya, apalagi bagi petani yang sangat rajin melakukan pemupukan secara rutin.
Tanaman kelapa sawit membutuhkan nutrisi sesuai dengan metabolismenya untuk tumbuh secara vegetatif dan generatif. Seperti yang diektahui bahwa pertumbuhan vegetatif adalah perkembangan metabolisme untuk tumbuh secara fisik seperti kekuatan, ukuran, warna dan bentuk tanaman. Petumbuhan generatif adalah metabolisme untuk beregenerasi membentuk keturunan baru atau pembuahan.
Pada proses vegetatif dan generatif, tanaman membutuhkan unsur hara yang berbeda-beda serta jumlah yang berbeda pula. Kekurangan unsur hara dapat berdampak pada perubahan fisik tanaman seperti warna memucat, batang mengecil, bahkan mengalami kematian. Sementara pada fase generatif, tentu berdampak pada gagalnya proses pembuahan (aborsi), berat tandan yang ringan, dan hanya muncul bunga jantan.
Walaupun gejala defisiensi (kekurangan unsur hara) bisa terlihat pada tanaman kelapa sawit, namun ada istilah hidden hunger (kelaparan tersembunyi). Kondisi inilah yang tidak bisa kita baca sehingga penentuan dosis pupuk tidak cocok terhadap masalah yang terjadi pada tanaman kelapa sawit.
Contoh sederhana, saat daun berwarna kuning pucat, kita menganggap tanaman sawit tersebut mengalami defisiensi Nitrogen (N), ada juga yang menganggap defisiensi Magnesium (Mg) bahkan ada juga yang menganggap defisiensi unsur Mikro seperti Cu, Zn dan Fe.
Semua indikator tersebut benar, namun seperti yang dikatakan sebelumnya, bahwa hidden hunger terjadi pada tanaman kelapa sawit. Bisa jadi perubahan warna tersebut disebabkan oleh pengaruh unsur hara atau mungkin faktor lain seperti:
- Overdosis pupuk
- Akar tidak berkembang
- Serangan penyakit
- Iklim
Selain keempat faktor tersebut, adakalanya juga disebabkan oleh Tanah yang bermasalah, sehingga unsur hara yang diberikan tidak terserap oleh akar tanaman.
Melalui uji laboratorium sampel daun dan tanah atau yang sering dikenal sebagai LSU dan SSU, merupakan metode yang ilmiah dan memiliki kepastian terhadap kebutuhan unsur hara bagi tanaman kelapa sawit.
Leaf Sampling Unit
Leaf Sampling Unit atau dalam bahasa indonesianya adalah Kesatuan Contoh Daun (KCD) merupakan sampel daun kelapa sawit yang diambil dari beberapa tanaman yang telah ditentukan sebelumnya. Beberapa kriteria tanaman yang dapat dijadikan pohon sampel adalah:
- Tanaman yang memiliki karakter dominan (serupa) dengan tanaman lain di suatu blok.
- Tidak tanaman yang sedang sakit atau bahkan pertumbuhan yang mendominasi (pokok sisipan atau pokok perlakuan khusus (berbeda dari yang lain)).
- Tidak berada di tepi jalan (minimal masuk 5 baris ke dalam)
- Tidak berada di tepi sungai atau jurang (minimal masuk 5 baris ke dalam)
- Tidak dipinggir atau dekat pemukiman (minimal masuk 5 baris ke dalam)
- Tidak di pinggir kandang hewan ternak (minimal masuk 5 baris ke dalam)
- Tidak berada di pinggir pohon yang mati, jika terdapat maka geser hingga mata 5 nya terdapat pohon yang lengkap.
Selain syarat dan kriteria tanaman yang akan dijadikan sebagai sampel, beberapa kondisi juga perlu diperhatikan yaitu:
- Melakukan pekerjaan sampling berkisar pukul 07.00 hingga 12.00.
- Hentikan pekerjaan jika terjadi hujan deras.
- Gunakan peralatan yang bersih (tidak bekas pupuk atau pestisida)
- Jangan merokok selama melakukan proses pengambilan sampel
- Jika sampel tidak langsung di bawa ke laboratorium, maka simpan di lemari pendingin pada suhu 10-15 derajat celsius